singkap aku dengan sedenting nada
lumpur-lumpur surut dan rumput-rumput merunduk malu,
menjawab detik-detik yang terlewatkan
jiwa-jiwa melayang mengitari langit biru dan matahari mencerah senyumnya
lihat lihat layang-layang yang sedang bertaut mesra
canda tawa mengalir terus meski masih tersisa pilu dari mata-mata ke
belakang
sinar aura menyemburat dari setiap nafas, gerak, dari segenap ada
lincah berlari di antara ilalang,
sekali-kali bersembunyi,
menggali lubang-lubang kecil
senja pernah sekali jadi cerita,
sekarang biar staccatto.
Jakarta, 29 Januari 2006
11:59 AM

