Sering dengar orang ngomong, “New Year, New Me?” Orang-orang menginterpretasikan ini misalnya dengan baju baru, potongan rambut baru, tempat kerja baru *eh*, mungkin juga pacar baru dan resolusi tahun baru untuk memperbaharui / update diri sendiri supaya lebih baik.
Dulu-dulu gue lumayan sinis, ngejawab “Apanya yang baru, orangnya masih tetap sama, kelakuan tetap sama walaupun resolusi tahun barunya ingin mengubah kelakuan tertentu.” Dengan skeptisnya, gue pun gak pernah memaknai resolusi tahun baru dengan sungguh-sungguh. Bayangkan resolusi tahun baru gue untuk tahun 2010: mau foto bareng sama Nicholas Saputra (dan kesampean! ihiy!), sama sekali ga ada hubungannya dengan “New Year, New Me”.
Tapi tahun 2011 ini benar-benar jadi tahun pembelajaran buat gue. Banyak hal yang terjadi dan membuat gue mengevaluasi lagi pendapat dan sikap gue.
Seringkali orang-orang, termasuk gue, menilai orang dari luar, dari kata-kata yang digunakan, dari kepercayaan diri (atau kengototan) yang ditunjukkan. Walaupun gue udah tahu konsep ini secara kognitif, tahun ini gue benar-benar mengalami dan belajar bahwa apa yang tampak di luar seringkali tidak sesuai dengan yang sebenarnya.
Orang-orang yang dominan belum tentu lebih brilian daripada orang-orang yang tampak submisif. Orang-orang dengan penampilan alim belum tentu moralitasnya lebih baik daripada orang-orang bertampang preman yang super sangar (gue bertemu sendiri orang-orang yang bertampang atau bereputasi sangar tapi lebih sopan dan menghargai persahabatan daripada orang yang tampangnya alim-alim). Orang-orang dengan resume panjang dan fantastik belum tentu lebih pintar daripada orang-orang yang resumenya kelihatan biasa-biasa aja atau masih seperti anak itik.
Bertemu dengan orang-orang seperti ini membuat gue belajar untuk lebih menghargai diri gue sendiri. Dan ini adalah highlight pembelajaran gue tahun ini:
Walaupun gue muda (atau kata orang, masih keliatan kayak anak umur 13 tahun), gue bisa dan berani beropini dengan kritis, mengambil dan mengekspresikan sikap.
Gue pikir inilah inti dari resolusi. Mengambil pelajaran dari tahun sebelumnya dan mempraktekan pelajaran itu di tahun berikutnya.
Dan di tahun 2012 ini, gue beresolusi untuk lebih percaya diri untuk beropini dan bersikap kritis. Cuma “sedikit” tapi benar-benar mengena dan bermakna buat gue dan karenanya, akan gue usahakan sebaik-baiknya supaya terwujud.
Selamat tahun baru 2012, semoga tahun ini semakin banyak momen yang kita hargai dan maknai dan kita makin tumbuh (mudah-mudahan jangan ke samping, hiks *menatap nanar celana jeans lama*).
Mudah-mudahan tahun ini gue kesampean punya ini (mudah-mudahan ada kuis berhadiah ini dan gue dimenangin) *tetep murahan*
Nambah musik buat joget-joget ah, biar seru.

