Monthly Archives: February 2005

BAR INDIVIDUALIS

Tuang!
Setetes air
Setetes anggur
Setetes jeruk
Setetes Chivas Regal
Reguk sekali tandas
Lalu ambil lighter
nyalakan sebatang rokok Gudang Garam
Isap dalam-dalam
Hembuskan di depan wajah orang di depan
sampai ia terbatuk-batuk
Mungkin marah
tapi lakukan hingga
ia pergi mencari tempat lain
Bakar rokok kedua
Kali ini hembuskan ke atas
Kemudian bakar selinting ganja
semburkan asapnya ke arah selangkangan
agar alami ekstasi sampai orgasme
Minum Chivas Regal & Heineken
hingga pagi jemput dunia

Advertisements

PASTEL

Pastel.
Pink pucat.
Tersipu malu.
Semu merah.
Hidung kembang kempis.
Mata berbinar.
Bibir senyum berlebihan.

Pastel.
Biru pucat.
Dingin beku.
Serpihan es.
Hidung statis.
Mata terbelalak.
Bibir berkerut kaku.

FLY

Jump ahead!
Jump then fly
Fly fly
Meet a bird
Fly fly
Through the cloud
Fly fly fly
in the outer space
Fly fly fly
Back to the mother earth
Fly fly fly
Through the cloud
Struck a tree
I’m flying in the deep blue sea

FLOWERY DEAD

Untuk sekuntum bunga yang pernah merekah
kuadakan upacara berkabung
Baju hitam
Rok hitam
Topi hitam
Cadar hitam
Sepatu hitam

Untuk sekuntum bunga yang pernah merekah
Kugali kubur
Kupotong rambut hitamku
dan
Kubiarkan saling bertaut

Untuk sekuntum bunga yang pernah merekah
Kututup lubang dengan tanah dari negeri seberang
dan kupahat sebuah nisan
Lalu kutaruh di atasnya

Untuk sekuntum bunga yang pernah merekah
Kuteteskan air mata di atas kuburnya
sambil tertawa
Kemudian kutinggalkan dalam hening sunyi

Dalam Sebuah Taksi

Banyak hal yang tidak dimengerti seorang perempuan
Playboy
Perang
Hawa nafsu
Hujan terus-menerus lalu banjir
Air yang tiba-tiba kering
KKN

Namun
Banyak hal pula yang mulai dimengerti seorang perempuan
Kemandirian
Kepintaran
Kecemerlangan
Kerasnya hidup

Perempuan dan perempuan
selalu mencoba mengerti dan memahami
tapi ketika terjerat dengan konsep cinta
semua yang mulai dikenal bisa jadi masa lalu
kembali pada kemurnian dan kepolosan anak kecil
tak sadari banyak bahaya ancam dirinya
opresi
perbudakan
penghinaan
pengkhianatan

Salahkah aku
jika sekarang kupilih sosok
idealis
independen
intelek
kesampingkan stereotype perempuan yang diberikan masyarakat
kuasai hati dengan pikiran
agar bisa kutatap dunia ini
dengan tegak dan gagah
tak tergoyahkan apapun?

Banyak orang paksakan persepsi benar dan salah
tanpa sadari tiap orang unik dan berbeda
Ada pula yang merasa iba
karena dipikirnya aku menyiksa diriku
dan ada yang menjadikanku bahan gosip
sambil ditemani secangkir kopi Starbucks dan segepok uang arisan

Tapi aku tahu satu hal
Mereka semua sok tahu!

Hidupku aku yang jalani
Manis pahit
Sedih gembira
Tangis tawa
kualami sendiri
Aku tahu diriku sendiri
dan apa yang kuinginkan

Jangan paksa aku dengan doktrin apapun
Aku adalah aku


Cinta di metropolitan… Cinta metropolis Posted by Hello

KATA-KATA SERIBU KATA

Kata-kata seribu kata
membasuh asa dalam sukma
sembuhkan luka lama
borok bernanah

Kata-kata seribu kata
menyayat bagai sembilu
mengorek luka lama
borok bernanah

Kata-kata seribu kata
tersimpan dalam batin
terpasung mekanisme pertahanan diri
hingga jadi
suara-suara bergema
tanpa kata-kata

VIRGINITAS DAN SAYA

VIRGINITAS DALAM MASYARAKAT

PENGERTIAN UMUM VIRGINITAS
Sebagian besar masyarakat mendefinisikan virginitas secara biologis. Menurut mereka, virginitas adalah suatu kondisi dimana orang belum pernah melakukan hubungan seksual. Pada perempuan, virginitas ditandai dengan utuhnya selaput dara. Selaput dara yang utuh mengindikasikan bahwa perempuan pemiliknya adalah perawan. Selaput darah bisa sobek atau tidak ada karena berbagai macam penyebab, antara lain:

  1. Hubungan seksual
    Penetrasi penis dan vagina menyebabkan sobeknya selaput dara.
  2. Kecelakaan
    Selaput dara bisa sobek karena kecelakaan seperti jatuh dari sepeda, jatuh dari kuda, dan seterusnya.
  3. Bawaan sejak lahir
    Jika seorang perempuan tidak mempunyai selaput dara sejak lahir, perempuan tersebut tetap dicap tidak perawan.

Sedangkan laki-laki tidak memiliki parameter secara biologis mengenai virginitas.

VIRGINITAS DALAM KULTUR INDONESIA
Kultur masyarakat Indonesia memandang seks sebagai suatu hal yang sakral, yaitu sebagai wujud cinta kasih dan untuk meneruskan keturunan. Keluarga adalah hal yang penting. Oleh karena itu, seks ’dilegalkan’ ketika sepasang laki-laki dan perempuan telah mengikatkan diri dalam sebuah lembaga perkawinan. Dengan kata lain, virginitas hanya boleh ’dilepas’ ketika sudah menikah. Atau bisa juga dikatakan bahwa seks pranikah dilarang.

Pandangan ini dipengaruhi banyak ataupun sedikit dari agama-agama yang ada di Indonesia. Indonesia memiliki lima agama resmi, antara lain Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Kelima agama ini melarang seks pranikah. Artinya kelima agama ini menganggap penting virginitas. Oleh karena pengaruh agama besar dalam masyarakat, nilai-nilainya juga melembaga dalam kultur masyarakat.

Laki-laki ataupun perempuan harus menjaga virginitasnya sebelum menikah. Namun isu virginitas seringkali dikaitkan dengan perempuan dan seakan-akan yang bertanggung jawab menjaga virginitasnya adalah perempuan. Hal itu disebabkan oleh ketiadaan penanda virginitas bagi laki-laki seperti selaput dara pada perempuan.

Seorang perempuan dinilai apakah ia pantas bagi seorang laki-laki, salah satunya, berdasarkan virginitasnya. Ketika seorang perempuan tidak dapat menjaga virginitasnya, ia dicap sebagai perempuan murahan. Ia cenderung dimusuhi oleh masyarakat dan bahkan dikucilkan. Betapa berat beban seorang hawa!

Laki-laki bisa melepaskan virginitasnya kapan saja ia mau dan tidak diketahui oleh masyarakat. Lama-kelamaan terjadi pergeseran nilai budaya dalam suatu kelompok masyarakat. Seorang pria dianggap jantan apabila ia mengambil virginitas banyak perempuan. Betapa menyedihkan.
Seiring dengan era globalisasi, banyak nilai-nilai budaya asing , terutama budaya barat, masuk ke dalam kebudayaan Indonesia. Dalam budaya barat, seks sudah bukan lagi suatu hal yang sakral. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menurut kultur Indonesia, virginitas mulai kehilangan kesakralannya.

VIRGINITAS DALAM PANDANGAN SAYA

PEREMPUAN: SELAPUT DARA, PRIA: ???
Melihat kenyataan yang demikian, saya bertanya-tanya. Mengapa Tuhan menciptakan perempuan dengan selaput dara yang mengindikasikan virginitas dirinya? Mengapa Tuhan tidak melakukan hal yang sama terhadap laki-laki? Betapa tidak adilnya Tuhan!

Akan tetapi setelah saya renungkan lebih lanjut, pertanyaan saya adalah pertanyaan yang tidak mungkin mampu dijawab manusia. Hanya Tuhan yang tahu jawabnya. Yang bisa saya katakan dari proses kontemplasi saya adalah bahwa sebenarnya yang memberikan nilai virginitas adalah manusia. Yang membuat selaput dara sebagai indikator virginitas perempuan adalah manusia.

Saya berkesimpulan bahwa manusia tidak adil. Manusia memilih selaput dara sebagai indikator virginitas seorang perempuan, sedangkan laki-laki tidak ditentukan indikatornya.
Jika alasannya secara biologis laki-laki memang ditakdirkan tidak diketahui kevirginitasannya, manusia tidak berhak menilai virginitas perempuan dari kondisi fisiknya pula. Lagipula selaput dara bisa saja hilang bukan karena hubungan seksual melainkan kecelakaan atau bawaan sejak lahir.

Kalau memang virginitas itu penting dan perlu dicari indikatornya, carilah indikator yang memperlakukan laki-laki dan perempuan secara adil. Dimulai dengan mengubah pengertian virginitas. Menurut saya pribadi, virginitas adalah suatu kondisi dimana seorang individu belum pernah benar-benar melakukan hubungan seksual. Hubungan seksual yang saya maksud di sini adalah hubungan seksual atas dasar kasih sayang (cinta) yang mendalam, bukan hubungan seksual dengan paksaan seperti pemerkosaan maupun hubungan seksual hanya karena kesenangan.

Kemudian dari penyataan saya di atas, mungkin akan timbul pertanyaan, ”Bagaimana kita dapat mengetahui seseorang virgin atau tidak jika tidak ada indikator pasti yang bisa diukur seperti selaput dara?” Seperti yang saya singgung sebelumnya, virginitas lepas apabila seseorang telah melakukan hubungan seksual atas dasar cinta. Salah satu dasar dari cinta adalah kepercayaan. Apabila pasangan mengatakan bahwa ia belum melepaskan virginitasnya (tentunya dalam konteks yang telah saya kemukakan), percayalah bahwa ia masih virgin.

MAKNA VIRGINITAS
Setelah saya mencoba memberikan definisi dari perspektif pribadi saya terhadap virginitas, saya ingin mengemukakan pendapat saya tentang makna virginitas. Apa perbedaan definisi dengan makna? Definisi adalah penyataan yang mendeskripsikan suatu fenomena. Sedangkan makna adalah pentingnya fenomena itu.

Untuk saya pribadi, virginitas memang penting dan alangkah baiknya dijaga. Saya, sebagai seorang perempuan, ingin memberikan virginitas saya kepada orang yang benar-benar saya anggap tepat (baca: orang yang saya cintai).

Walaupun virginitas penting, saya juga sadar bahwa ada hal-hal lain yang lebih penting daripada hal itu. Masih ada loyalitas, kepercayaan, kejujuran, kemurahan hati, dan seterusnya yang posisinya berada di atas virginitas. Mengutip perkataan dari seorang kawan, ”virginitas adanya di nomor 17”. Tentunya teman saya tidak memaksudkannya secara harafiah. Ia ingin mengatakan bahwa virginitas bukan hal yang terpenting.

Andaikan anda mempunyai pasangan yang sangat cocok dengan anda dan sangat menyayangi anda. Ia sangat memahami anda, selalu berada di sisi anda saat suka ataupun duka, rela berkorban untuk anda tetapi ia tidak virgin. Apakah adil bagi ia dan anda jika anda ingin meninggalkannya hanya karena ia tidak virgin?

Menurut saya, orang-orang yang benar-benar mencari pasangan hidup pasti mengharapkan pendampingan dan berbagi suka dan duka. Hal inilah yang menjadi prioritas utama. Apakah virginitas dapat memenuhi harapan saya? Jawabnya tentu tidak. Untuk saya, virginitas hanyalah aksesori tambahan, bukan hal yang esensial. Boleh ada boleh tidak.

KESIMPULAN

Virginitas memang selalu menjadi isu yang menarik untuk dibahas karena mengundang banyak kontroversi, misalnya tentang definisinya. Masih belum ada definisi yang jelas mengenai virginitas. Apakah virginitas adalah keadaan dimana seseorang belum pernah melakukan hubungan seksual secara sadar, secara dipaksa, atau belum pernah melakukan hubungan seksual yang dilandasi oleh rasa cinta?

Juga terjadi perbedaan pendapat mengenai makna virginitas. Ada yang menganggap virginitas bukan hal yang terpenting. Ada juga yang menganggap virginitas hal yang sangat penting dan bahkan menentukan seseorang layak atau tidak.

Oleh karena belum ada batas yang jelas mengenai virginitas, kita diberikan kebebasan untuk menciptakan pemikiran kita sendiri. Anggaplah kebebasan ini sebagai makanan untuk proses kognitif kita. Kebebasan ini tentu akan melahirkan banyak perbedaan. Bukankah perbedaan mengakibatkan dunia kita semakin menarik.

P.S: Saya menulis topik ini untuk tugas akhir mata kuliah Filsafat Umum dan Logika. Tulisan ini saya muat di sini dengan berbagai perubahan untuk tujuan adaptasi.

KULAMBAI DIRIMU

Aku tak pernah ingin menyerah
Tapi masihkah berarti kalau kalah?

Waktu menyiram tubuh
Darah pun menjadi putih

Aku tahu saat untuk pasrah
meski jauh di dalam tanah,
kulambai dirimu dengan pedih

(Seno Gumira Ajidarma, 14 Januari 1996)

DUNIA JAHANAM

Dunia jahanam. Bau tengik. Karpet cokelat. Polusi udara. Langit telanjang. Matahari berontak. Lempar dadu. Uang berhamburan. Obral memek dan penis. Anal sex. AIDS. Mabuk alkohol. Bau muntah. Isap ganja. Suntik putaw. Bermimpi terus. OD. Niat busuk. Serang. Adu domba. Adu ayam jago. Tamak. KKN. Dunia sandiwara. Manusia binatang. Binatang manusia.