ALONE

Pernahkan anda kesepian padahal di sekitar anda, ada banyak orang dan suasananya ramai? Anda merasa hidup di dunia yang berbeda. Raga anda memang ada di sana tetapi hati dan pikiran anda berada di tempat yang lain. Akhir-akhir ini saya mengalaminya. Entah apa yang membuat saya demikian. Saya kesepian.

Keadaan ini membuat saya malas berbicara dengan orang lain karena percuma saja, ia tidak akan bisa menghilangkan perasaan saya. Saya membuang energi dengan sia-sia tanpa mendapatkan hasil yang memuaskan. Saya sadar sesadar-sadarnya bahwa saya mempunyai kecenderungan untuk bersikap tidak ramah terhadap orang lain dan hal ini mungkin akan membuat mereka tersinggung. Namun kali ini, saya ingin egois dengan memutuskan untuk berdiam diri sementara waktu dan urusan meminta maaf serta memperbaiki hubungan dilakukan di lain kesempatan ketika saya sudah kembali ke kondisi “normal”.

Kemudian saya berpikir, mungkinkah ini hanya salah satu fase dalam hidup saya sebagai makhluk individu (pribadi)? Mungkin saja saya hanya butuh istirahat dari aktivitas sehari-hari. Mungkin saya butuh kesendirian. Kalau biasanya saya melakukan banyak hal bersana teman, inilah saatnya saya menjalankannya sendiri. Nonton film sendiri, makan sendiri, dan sebagainya. Saya ingin sendiri.

Ketenangan akan membuat jiwa saya merasakan kedamaian dan ketika itu, saya akan banyak berpikir dan merenungkan banyak hal. Dengan kata lain, saya merefleksikan perjalanan hidup saya selama ini. Harapan saya, saya bisa menjalani hidup saya dengan lebih baik. Lebih baik di sini berarti lebih baik untuk saya dan lebih baik untuk lingkungan sejauh tidak terlalu merugikan diri sendiri. Bukannya saya egois karena saya memang hanya bisa menjanjikan hal itu pada diri saya. Tidak mungkin saya menuruti keinginan orang lain sebab saya punya jati diri sebagai manusia yang unik. Lagipula berangkat dari kenyataan bahwa manusia berbeda-beda, idealisme mereka tentang sesuatu hal pun berlainan.

Akhir kata, saya hanya bisa menyimpulkan bahwa manusia selain makhluk sosial, juga adalah makhluk individu. Ia membutuhkan situasi yang bersifat pribadi, salah satunya kesendirian. Bukan berarti ia memutuskan hubungan dengan lingkungan sosialnya, melainkan ia mundur sejenak agar dirinya lebih baik untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Advertisements

One thought on “ALONE

  1. Paulina Dessy Wulandari says:

    hmmm..pertama2 gw berterima kasih skaleeh bole comment di blog loe yg tercinta ini n trima kasih dah bikin lay out blog gw jd lbh ok dikit..hehehe…
    kedua…satu kalimat yg pernah gw katakan padamu wahai sahabatkuw,”kita akan lebih kenal sam diri sendiri dan peka ma sekitar kita kalu kita mau lebih bersabar n masuk dalam keheningan…”
    mang susah bgt utk membuat diri kita diem bbrp menit tanpa tidur..pastinya oran akan terus n terus mencari keramian, entah itu dgn nyalain komp ato tv ato radio ato cari temen ngobrol n gosip…
    tapi kalu kita diem pasti kita bisa hayatin lebih dalem lgih makna hidup ini…proses loe SEPI pasti nanti ada hikmahnya kok…ok pren…GBU…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: