Senin, 14 Februari 2005

Hari bersejarah ini Sang Waktu persembahkan pada merah bara cinta yang meletup di hati (atau ‘hati’?) 1 pasang insan, 1 1/2 pasang insan, 2 pasang insan, dan seterusnya. Juga ‘tuk senyum-senyum entah asli palsu, jujur munafik pelajar-pelajar institusi keabsahan diri. Tak lupa pula ‘tuk darah-darah di atas ranjang kingsize dan ukuran lainnya.

Satu hari di kala motel dan hotel dengan berbagai jumlah bintang meraup untung besar atas kemurahan hati para pelanggan berdesak-desakkan dalamnya. Jeritan, desah, tawa, tangis warnai hari istimewa ini. Hari yang di-booking seorang santo dari negeri senja* pejuang slogan cinta untuk seluruh dunia.

Di tengah pergumulan dan pergulatan gairah, setan berkepala delapan ular beludak tertawa terbahak-bahak, menyaksikan drama menuju kehancuran. HAHAHA…!!! Tawanya masih membahana di kala aku tidur dan menerima SMS. Berisik!

Kemudian di tengah malam yang sunyi, di saat selutuh makhluk telah pulas oleh hembusan nafas Malam, ia datang kepadaku lalu merobek dadaku dan menggigit separuh jantungku. Tak lama setelah itu, anak-anaknya, anjing-anjing kudisan, mengambil separuh jantungku dan meletakkannya dalam setoples kaca penuh belatung. Kemudian mereka pergi dalam keheningan yang paling sunyi.

Keterangan:
* dari JAZZ, PARFUM, & INSIDEN karya Seno Gumira Ajidarma

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: