(tertawa)

seorang perempuan tergeletak kehausan di padang pasir. pingsan kehausan di bawah sinar matahari tak kenal ampun kejam. orang-orang lewat. mereka hanya terpaku melihat lalu merasa iba. kemudian mereka memperdebatkan cara menolong perempuan itu. dibawa ke mana? apa yang harus diberikan? siapa yang harus menampungnya? dari mana asalnya? siapa keluarganya? sementara itu anak dalam kandungan sang perempuan meringis pedih kemudian pergi dengan perasaan kesal dan benci, berpulang ke rumah Tuhan. diikuti dilepaskannya busur Sang Kematian di jantung perempuan itu. tepat pada pusat. kemudian berhenti berdetak. akan tetapi orang-orang itu masih asyik larut dengan dirinya sendiri. lalu pulang ke rumah masing-masing tanpa tersisa ingatan sedikitpun tentang perempuan itu.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: