loading

kanda*, pagi ini aku tidak bertemu denganmu lagi. dan aku sedih. entah apa yang membuatku begitu. ketidakhadiranmu atau langit yang memucat? atau pohon-pohon yang layu, makhluk-makhluk yang hampir kehilangan sinar hidupnya? aku di sini, memandang langit senja. tak ada senja merah keemasan. hanya ada senja abu-abu kelam.

kanda, kau lihat apa yang kulihat? seorang anak kecil berlari menyusuri jalan setapak sambil menarik sebuah layangan rombeng yang menolak untuk terbang. hatiku terenyuh melihatnya. berartikah sesuatu apabila hanya sia-sia yang tersisa? kenaifan atau kebebasan hidup?

kanda, kamu di mana? aku ingin tahu apa yang kau pikirkan dan kau rasa. apakah kau pikirkan apa yang aku pikirkan? apa kau rasa apa yang aku rasa? kanda, hidup itu misteri. aku merasa aku hanya bagian kecil dari kehidupan. aku hanya bisa mengira-ngira tanpa tahu jelas. ketidakpastian dibayar dengan pengharapan. apakah hidup hanya untuk berharap?

kanda, aku harus pergi. masih banyak yang harus kulakukan. masih banyak yang harus kuperoleh. walau terkadang aku tak tahu mengapa. aku hanya berharap doa darimu.

*tidak merujuk pada seseorang bernama Kanda, cuma minjem namanya yang keren kok

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: