jam

Alangkah hari bisa begitu panjang. Padahal jika diukur dari jam di dinding, waktu baru berlalu tiga puluh menit. Betapa waktu bisa mulur dari yang sebenarnya! Apa karena tidak ada perubahan? Ah, setiap detik pasti menandakan perubahan. Ya, perubahan waktu itu sendiri, perubahan sudut matahari dari bumi, perubahan rotas bumi. Tinggal manusia menyadari perubahan itu atau tidak. Biasa manusia sadar ketika perubahan yang terjadi besar, seperti membalikkan telapak tangan. Dari posisi atas ke bawah.

Kalau terlalu cepat, tidak bisa melihat. Kalau terlalu lambat, tidak sadar. Jadi harus pas! Bagaimana pasnya? Setiap manusia beda. Susah? Memang. Setiap orang punya parameter sendiri untuk melihat segala sesuatu. Belum lagi manusia punya filter sendiri-sendiri, atensi, bahasa modernnya. Kalau dianggap penting, perubahan itu disadari. Kalau dianggap tidak penting, perubahan itu dianggap tidak ada. Hilang. Betapa manusia suka melupakan hal-hal kecil di sekitar mereka padahal bisa saja hal yang kecil itulah yang penting, yang mendatangkan perubahan besar bagi hidupnya.

Aku masih melihat jam di dinding kamarku. Jarumnya tiba-tiba berhenti seperti memulurkan waktu untuk diriku. Ah, hari ini bakal terasa panjang!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: