lost.

namaku Anda. tapi aku bukan anda. aku punya aku sendiri meski namaku bukan Aku. aku sering melihat foto Aku yang digantung di ruang tamu rumahku. wajahnya tak asing, kupikir. matanya sama dengan mataku. ah, malah wajah kami sama. rambut kami sama. postur tubuh kami sama. mungkinkah Aku kembaranku? aku sempat bertanya pada orangtuaku. tapi mereka malah tertawa. mereka kira aku bercanda dan tak pernah menanggapiku kecuali dengan tawa yang lama-lama seperti mengejek. aku urungkan niatku bertanya karena aku tak suka diperlakukan bodoh. namun tak bisa kupungkiri. aku penasaran. siapa sebenarnya Aku? aku berdiri berjam-jam setiap hari memandang foto Aku. perlahan-lahan aku menjadi semacam terobsesi. tidak melakukan aktivitas apapun kecuali menatap foto Aku. herannya, orangtuaku sama sekali tidak peduli. mereka hanya diam melihatku. namun lama-kelamaan aku muak dengan Aku. kulihat banyak titik-titik hitam di wajah Aku, matanya yang tak seimbang dengan proporsi kiri yang lebih besar, rambutnya yang rontok di bagian tengah. ah banyak sekali cacatnya! kemuakkanku sudah mencapai ambang batasnya, akhirnya aku membuang foto Aku tapi aku tak tega membakarnya karena aku sadar Aku butuh hidup di tempat lain. aku sadari, aku lebih suka diriku, Anda. herannya, setelah aku mengenyahkan Aku, orangtuaku tampak sedih. aku bingung. ketika aku bertanya, mereka balas bertanya, “Siapa anda?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: