rasa

mungkin tak seorangpun mengerti bahwa aku mencintai bayang-bayangku di bawah jembatan di atas kolam dekat rumahku. kenapa? bukankah aku hanya berkhayal, memaksa diri masuk dunia imaji dan merasakan getaran-getaran yang sudah diprogramkan oleh otakku?

aku hanya tahu aku merasa. karena rasa tetaplah rasa bagiku. kebohongan cuma ada di luar rasa, di luar sana. ketika orang berusaha mematikan rasanya, orang itu berbohong. ia tak sadar rasa akan selalu ada, kebal manipulasi.

kemarin aku merasa rasaku mencapai titik kulminasi saat aku melihat bayangku tertutup bayang lain. hitam. aku tak mengerti dan berusaha tidak berusaha mengerti. aku menyatu dengan bayang-bayang yang saling bertaut di atas kolam di bawah jembatan, dekat rumahku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: