sundown

haruskah menangis di tengah-tengah ramai kegelapan?

bukan anda sekarangaku bertakhta di dalam senja keemasanku
dengan gincu bewarna merah darah
aku membawa hati dan harga diri yang terluka
oleh panah-panah tak dikenal
asing ruang dan waktu
dalam otak-otak berlari dan melompat-lompat
ke dalam hidung yang berlendir

kemarinkah aku membuang telingaku?
rasanya aku masih menyimpannya di bawah ketiakku
di antara hitam bekas tercerabut dari peradaban kemanusiaanku

dinda kemarin bunda sekarang
membawa mawar hitam ke kuburan mata hitamku
dengan setetes air mata dan roti buaya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: