[… do…]

aku pelacur. aku melacurkan diri di bawah kedipan muram lampu kota kekuning-kuningan. aku melacurkan diri tanpa romantisme meski yang hanya semu. aku melacurkan diri tanpa rasa dan gairah yang menggelegak aliran darah ke kepala tapi aku pandai berpura-pura dan memainkan. karena aku seorang pelacur, maka aku melakukan apa yang biasa dilakukan seorang pelacur dan mempelajari keahlian-keahlian seorang pelacur, dengan buku, film, obrolan, dan praktek dengan sesama pelacur meski kami sama-sama perempuan karena terkadang keahlian perempuan memainkan perempuan memuaskan pelanggan-pelanggan kami, baik perempuan maupun laki-laki. inilah aku, seorang pelacur, mengeruk nafsu demi pemuasan ego diri dengan permainan kekuasaan, tanpa mau terjebak permainan kekuasaan sistem. karena aku seorang pelacur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: