finale?

layu bunga di taman makam. bersimpuh di muka sebuah pohon tua yang entah apa namanya. rasa-rasanya nama pun tidak terlalu penting karena namanya hasil dari fikir yang toh dari manusia-manusia juga, bukan dari Sang Pencipta. tadinya bunga itu tidak di sana, ia ada di tangan seorang perempuan yang walau tua, matanya tetap memancarkan keanggunan seorang perempuan. ia memakai kerudung merah dan sepatu merah dengan blus dan rok berwarna putih yang sekali-sekali berkibar karena ditiup angin. ia menangis di atas pusara, hanya dihiasi nisan kosong, tak bernama. kemudian mawar-mawar hitam itu ia lemparkan ke udara dengan hentakan emosi yang paling menyayat hati. angin menyapu bayangnya dan menjelajah taman makan dan sampailah ke pohon tua penjaga makam. mengenai perempuan berkerudung dan bersepatu merah, dan berbaju putih, aku tak tahu di mana berada. mungkin saja ia sudah terpenjara oleh waktu, dan bayang-bayang gelap melingkupi hadirnya. atau mungkin, ia sedang berbahagia di suatu tempat entah di mana. mungkin saja…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: