cermin

masa-masa yang kerap berlalu, terkunci dalam laci kecil di bawah tempat tidurku
tiap malam, peri-peri melingkari mimpi-mimpiku dan menaburkan bubuk-bubuk harapan
setiap hari, aku berharap

lamunan kata semalam, dan mawar hitam yang tak layu. gumaman anak kecil membaca dongeng. nyanyian dan tarian hujan. angin merayu jendela. bau tanah. kadang-kadang bunyi batuk. seragam putih yang sudah lusuh. payung warna pelangi. bungkus-bungkus permen. bunyi dengkur.

setiap hari, aku membalut mataku dengan matahari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: