untuk seseorang dalam pertemuan yang tiba-tiba

kepada hidup, aku memberi nafkah dan kepada dunia, aku menjaring kasih.
daun-daun berguguran saat matahari menyengat mata dan bunga-bunga kekenyangan saat hujan menjamu.
aku berjalan mengharap sebentuk tawa dan kuberikah humor kepada orang-orang lalu lalang yang tanpa sadar lupa waktu, terlalu berlarut dalam rutinitas,
dengan sentuhan menyentak penuh cinta.
tak kusangka, mereka malah marah dan bahkan memukul kepalaku.

rasanya aku perlu istirahat. aku benar-benar perlu berpikir lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: