Monthly Archives: January 2006

lima temu

singkap aku dengan sedenting nada
lumpur-lumpur surut dan rumput-rumput merunduk malu,
menjawab detik-detik yang terlewatkan
jiwa-jiwa melayang mengitari langit biru dan matahari mencerah senyumnya

lihat lihat layang-layang yang sedang bertaut mesra
canda tawa mengalir terus meski masih tersisa pilu dari mata-mata ke
belakang
sinar aura menyemburat dari setiap nafas, gerak, dari segenap ada

lincah berlari di antara ilalang,
sekali-kali bersembunyi,
menggali lubang-lubang kecil

senja pernah sekali jadi cerita,
sekarang biar staccatto.


Jakarta, 29 Januari 2006
11:59 AM

kisah kepala

bintang-bintang dalam anganku
di atas kepala seorang dalam buku harianku

bunda memegang kepalaku
sambil tertawa kecil
mengusap kedua unyeng-unyengku

kabar dari masa depan
menggerogoti pikiranku
kepalaku pusing
kisah-kisah kusut

kepala memendam asa
kepala meluapkan ingin
kepala menggerakkan raga
kepala mengisi jiwa

tanya

berangkat saat matahari masih menggeliat dari tidurnya
menjamu jalan-jalan dengan langkah-langkah kecil
terkadang cepat terkadang lambat
membendung sungai yang hendak mengalir deras
bersiul menceramahi ayam-ayam yang malas berkokok

hal-hal terbayangkan ketika aku menatapmu
bingung mencari suatu sumber
derai-derai yang terabaikan
sosok-sosok lalu lalang bagai tanpa dimensi

jika aku bertanya padamu
mungkinkah kau jawab
meski aku tak tahu apa yang ingin kutanyakan padamu

kau muncul di suatu hari yang mendung
ketika aku menoleh
kau sudah tak ada

menari-nari lidah-lidah
telingaku mendamba suatu inisiasi
yang tak terpuaskan oleh sebuah senyum tertahan pilu


OLiPH
Jakarta, 14 Januari 2006
1:49 PM

dig.

bungkam aku dengan seratus jiwa melayang di pelupuk mata hatiku
aku melamunkan hari yang sudah-sudah

angan

aku mencari kasutku tengah malam,
disusul degup jantungmu
dan desah nafas kita
menelusuri jejak aliran darah
mengalir kian deras

buatlah suatu lagu bercanda tentang kita
menyelusup telinga
hingga cadar turun dari kelopak mata
malam yang terang.

untuk agustina

dingin
sejenak matahari mengintip di sela-sela awan hitam gemawan,
namun aku tak tahu
semua hanya bayangan

aku menggeliat di atas tempat tidurku,
bau apak dan berkutu
menatap langit,
tanpa cahaya

mata yang dulu bersinar percaya diri,
menggeret masa depan jiwa-jiwa muda,
sekarang terpasung jeruji-jeruji,
tawa hina orang-orang munafik

aku perempuan
hidup dalam sangkar besi
naif mengira bisa lepas bebas

cara bernapas
cara berjalan
cara makan
cara hidup
cara berpikir!

tapi aku lupa
rantai di kakiku belum putus
aku tercekik..

penantian

cintaku di medan labuh
basuh lara tersapu debu

bulan bercanda dengan malam
kadang tersipu malu,
sibakkan cadar hitam

putri-putri malam merajut syal
dari tiap helai rambut mereka
teruntuk kekasih yang terpisah jauh
entah kapan roda waktu berhenti
untuk menghempas waktu yang terbuang sia-sia

cari carilah aku, kekasihku
nyala lilin di hatimu akan menuntunmu kepadaku

dan aku ada di sini
menyusun foto-foto kenangan kita
sambil menyulam namamu
di setiap inchi rumah kita

OLiPH
Jakarta, 6 Januari 2006
9:56 PM

dreams are my reality…

dalam mimpiku
aku bertemu dirimu
kekasih impian kelabu

musim-musim berpacu seru
kita memadu mesra di bawah kucuran sinar rembulan
langit mencibir cemburu

kamu berdongeng
aku menulis
kadang-kadang diam
menarik lengan
dingin sekaligus hangat

kita menautkan janji setia
tak ada yang bisa pisahkan cinta kita

tiba-tiba aku terbangun
realita perjanjian pranikah

abu

pisah. jumat malam. kelambu biru. menyatu sambung harapan kelabu. bungkam. sepi seribu kenangan dalam tangis bayi yang menolak menyusu. bunga-bunga meranggas digoyang anak kecil yang main tak benteng. alam apakah hingga keharuan menjelma kebiruan?

anggur merah. anggur putih. jiwa bersemi di makam Sri Ratu. lampu-lampu padam, lilin bersinar. musim kelam jadi abu.


Spring 2006 Collection by Carolina Herrera Posted by Picasa