untuk agustina

dingin
sejenak matahari mengintip di sela-sela awan hitam gemawan,
namun aku tak tahu
semua hanya bayangan

aku menggeliat di atas tempat tidurku,
bau apak dan berkutu
menatap langit,
tanpa cahaya

mata yang dulu bersinar percaya diri,
menggeret masa depan jiwa-jiwa muda,
sekarang terpasung jeruji-jeruji,
tawa hina orang-orang munafik

aku perempuan
hidup dalam sangkar besi
naif mengira bisa lepas bebas

cara bernapas
cara berjalan
cara makan
cara hidup
cara berpikir!

tapi aku lupa
rantai di kakiku belum putus
aku tercekik..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: