luka

di matamu, menggelayut luka. luka, katamu. dan kau masih tetap hidup.
bibirmu menggigil. tanpa kau sadari, kau mengigit lidahmu sampai asin
tak terasa lagi. aku memang terluka, katamu lagi.
kau menunduk, kuperhatikan langkahmu. kecil-kecil tapi pasti
menjejak tanah lempung bekas hujan satu sore.
kau diam, menyerap dingin di balik kerah bajumu.
kali ini aku yakin,
kau sungguh terluka

Jakarta, 3 Maret 2006
10:51 AM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: