cerita waktu senja

aku mimpi ada di tempat penuh batu-batu besar. tingginya sepantar aku umur sepuluh tahun. lebarnya, entah. terlalu lebar. aku berjalan dan tiba-tiba tercebur, sayang. berdebar-debar aku ketika hari berganti senja. dan burung-burung laut melintas di depan kepalaku. saat itu, aku bertemu kamu dengan batu sekepal tangan di kepalamu.

aku bertanya, kamu membisu. sampai aku berhenti bertanya, kamu menceritakan ironi surga neraka. aku tidak mengerti, kamu mungkin tahu mungkin tidak. namun aku tak sanggup lagi bertanya karena surga memanggil namaku, dan hatiku ragu sungguhkah surga?

kamu menjerit kesal di kepalaku
batu-batu beradu hebat,
menggores dinding kepalaku,
pecahannya menghujam jantung sampai ke hati

aku semakin hilang bilang
sangkakala tak jadi kau tiup

kupikir, suatu saat nanti, aku mengerti dan nanti aku sendiri yang akan meniup sangkakala, untuk diriku. dan mimpi bukan lagi impian, kurasa, aku masuk surga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: