andai

menanti dalam sepuluh ribu penantian
menunggu menunggu
entah kapan sampai
atau memang tidak pernah akan sampai?

dua ratus mil kutempuh
menabrak dinding
dengan kesadaran yang cuma setengah
terpental lima ratus mil

pundi-pundi diisi emas yang dicat putih
satu bagian untukmu
satu bagian untukku
satu bagian untuk hatimu
satu bagian untuk hatiku
ketika kita bertemu dan saat kita terpisah,
kuharap bagian-bagian itu tetap mau bersatu

matamu terkesiap melihat kilau emas putih
kemudian rontok jadi kekuningan
matamu membelalak
aku mau mengecatnya lagi

katamu, “tidak. aku mau melihatnya sebagaimana adanya.”
namun kamu selalu gusar
katamu, “mataku butuh waktu.”
“bisakah segalanya seperti sedia kala?”
“tidak tahu”

mungkin saat kamu tertidur
dan kepalamu terantuk mimpi-mimpi
aku akan mengecatnya lagi

OLiPH
Jakarta, 24 Juni 2006
12:24 AM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: