sleepwalking

andaikan saja bulan-bulan bisa kugantung di langit-langit kamarku. aku tiada akan pernah hendak beranjak dari pembaringanku dan tak kan rela kubiarkan mataku terbuai suara-suara malam. aku akan menggambar setiap jengkal mukanya dan akan kubandingkan dengan foto di buku kenanganku. saat aku masih terlepas dan terjebak di atas kolam di sebuah rumah tua, rumahmu.

namun aku sering terjebak antara mimpi dan realita. setengah sadar. sadar. tidak sadar. entah. pasti tidak sadar.

aku sering meninggalkan darah di kasurku. dan aku pergi bersama sisa darahku. mencari bunga-bunga di taman. mawar merah lagi. semut merah di ketiakku. kumbang di mataku. darah lagi di tanganku. aku kembali dan aku mengecap pintu kamarku dengan tangan itu.

dan aku berandai-andai lagi.

satu hari di pagi yang tak kukenal, aku menemukan sebuah surat merah di balik bantalku. surat darimu. entah kapan kau kirim, dan dari mana.

mawar merah. semut merah. kumbang. tulisan merah darah. foto buram, kolam rumahmu, nuansa hijau.

sekarang rumahku jadi rumahmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: