Monthly Archives: January 2008

jerawat oh jerawat

Hidup di Indonesia yang iklim tropis dengan udara lembab dan suhu yang makin tinggi, membuat kita sering berkeringat. Bayangkan pagi sudah siap bersolek, begitu keluar menyambut sang mentari, penampilan kita bisa langsung ‘kucel’. Wajah kita banyak keringat dan minyak. Ditambah pula debu-debu polusi udara. Semua itu bisa menyumbat pori-pori kita dan merangsang perkembangan bakteri yang bisa menimbulkan jerawat. Jadi, dengan lingkungan seperti ini, jerawat dianggap sebagai hal yang biasa.

Namun jangan main-main dengan jerawat! Penelitian-penelitian ilmiah telah menemukan bukti bahwa jerawat bukan hanya penyakit kulit melainkan penyakit yang bisa berdampak pada aspek-aspek hidup lain. Coba kita lihat per tahap perkembangan manusia.

Remaja

Remaja, katanya, adalah masa pencarian jati diri. Ingin mandiri dengan lepas dari orangtua, namun tidak sepenuhnya bisa. Maka pencarian jati diri itu dialihkan ke lingkungan pergaulan atau peer group. Remaja menghargai dirinya berdasarkan penilaian teman-temannya. Salah satu dasar penilaian yang paling mudah dilihat adalah penampilan. Berbeda dengan penyakit kulit lain yang bisa tersembunyi dengan baju, jerawat tampak terlihat (kalau di wajah, kecuali wajahnya ditutup seperti perempuan-perempuan di Arab).

Pernah memperhatikan iklan obat jerawat? Saya pernah lihat iklan jerawat dimana si cewek yang berjerawat memilih memakai helm daripada ketahuan jerawat. Ekstrim memang tapi kurang lebih itulah perasaan remaja yang bermasalah dengan jerawat. Ingin lari, ingin sembunyi, malu bertemu orang. Itulah yang ditemukan oleh Brook (2006) melalui penelitiannya tentang “psychosocial impact and personality predictors of coherence feeling among girls with acne.” Padahal pada masa ini, remaja seharusnya percaya diri untuk mengekspresikan dirinya dan mengembangkan potensi dirinya. Lebih banyak bergaul, lebih aktif. Gawatnya, kalau persoalan psikologis ini tidak ditangani dengan baik, pembentukan identitas dirinya bisa terganggu.

Dewasa

Jangankan remaja, kita saja yang sudah dewasa kadang malu dengan jerawat. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dewasa dengan jerawat mengalami penurunan kualitas hidup yang lebih besar daripada orang yang lebih muda (baca: remaja). Dalam penelitian ini, tidak disebutkan mengapa demikian. Tapi saya mencoba untuk melihat berbagai kemungkinan. Pertama, problem jerawat itu sudah terjadi sejak remaja sehingga persoalan psikologis akibat jerawat ini menumpuk. Kedua, orang dewasa butuh menjalin relasi sosial yang lebih luas, misalnya dalam hal pekerjaan. Ini membuat persoalan citra diri akibat jerawat menjadi bertambah besar.

Lebih mengejutkan lagi, secara tidak langsung, jerawat bisa meningkatkan resiko gangguan psikiatrik, seperti depresi klinis, social phobia (terlalu cemas sampai takut berhubungan dengan orang lain), dan gangguan kecemasan lainnya. Bunuh diri? Walaupun kemungkinannya kecil, bukan berarti itu tidak mungkin terjadi .Mengingat dampaknya yang berpotensi luas, penanganan terhadap jerawat harusnya bukan untuk jerawat itu sendiri, melainkan ke diri pasien secara keseluruhan. Pemilihan treatment harusnya mempertimbangkan faktor-faktor nondermatologis, seperti kepribadian, persepsi, usia, faktor sosial dan budaya, termasuk karakteristik jerawatnya sendiri sebagai penyakit kulit (http://dermatology.cdlib.org/93/commentary/acne/hanna.html).

Gawat khan? Makanya, kalau ketemu orang atau teman yang jerawatan, jangan diejek. Kalau menyampaikan kekhawatiran melihat jerawat di kulit teman kita makin banyak, jangan , “ih, kok jerawat lo makin banyak.” Rendah diri dan malunya makin gak ketulungan. Maklum saya pernah jadi korban dari perjerawat-jerawitan ini. coba empati dulu. Tempatkan diri di posisinya tapi jangan sampai jadi emosional sendiri. Perlakukan dia seperti biasa. Kalau ingin memberikan saran atau nasehat, berikan informasi dengan tenang dan jangan terkesan ’maksa’. Kalau dia tanya, misalnya, ”emang parah banget ya?” Bisa bilang, ”nggak juga kok (p.s: bohong dikit gak papalah supaya dia gak bete-bete amat), cuma ngasih saran aja.” Tidak usah persis begini karena andalah yang paling mengerti teman anda.

Kalau anda yang mengalami? Berusaha untuk tenang. Kepintaran dan kebaikan hati anda tidak dipengaruhi oleh jerawat. Cobalah untuk lebih percaya diri. Untuk jerawatnya sendiri, banyak kok alternatif-alternatif yang bisa dicoba. Untuk itu, anda bisa mencoba untuk berkonsultasi dengan dokter, tanya-tanya orang, atau bisa juga tanya teman-teman yang di forum. Jerawat bukan yang hal utama yang mesti dipusingkan seperti kalau sedang bertengkar dengan pacar/suami, bukan karier, bukan juga filosofi hidup. Jerawat hanya jerawat. Biarkan diri anda bersinar, lebih terang dari sekedar jerawat.

Sunday Brunch

(again) me, the amateur…

Photobucket
Tunic: Balmain (Spring 2008 show)
Photo, courtesy of http://www.style.com

Photobucket
Cigarette leg jeans: J-Brand
Photo, courtesy of http://www.neimanmarcus.com

Photobucket
Ornament thong sandal: Manolo Blahnik
Photo, courtesy of http://www.neimanmarcus.com

Photobucket
Leather ornament bag: Oscar De La Renta
Photo, courtesy of http://www.neimanmarcus.com

Flown by day and night at the city

Continuing the previous entry…

Photobucket
Vine print dress: MINT Jodi Arnold
Photo, courtesy of http://www.net-a-porter.com

Photobucket
Padlock watch pendant (MARC by Marc Jacobs)
Photo, courtesy of http://www.net-a-porter.com
Photobucket

Acre petrol patent sandal: Jimmy Choo
Photo, courtesy of http://www.jimmychoo.com
Photobucket
Black patent leather ‘Cala’ clutch: Stuart Weitzman
Photo, courtesy of http://www.bluefly.com

Pick one of these coat

Photobucket
Wetland coat: Trina Turk
Photo, courtesy of Trina Turk

Photobucket
Trench coat: Narciso Rodriguez (Spring 2008 show)
Photo, courtesy of http://www.style.com

Office Look

I had just suggested these outfits my auntie. She is energetic and sociable. Her style, recently, is casual with a little touch of ‘feminity.’ She is a creative and career-oriented woman. I think, how if a brief masculinity and some colours are injected to her style, will it be an interesting twist?

OFFICE LOOK

Look 1

Photobucket
Shirt: Victoria’s Secret
Photo, courtesy of http://www.victoriassecret.com/

Photobucket
Suspender: Christian Dior (Spring 2008 Show)
Photo, courtesy of: http://www.style.com

Photobucket
Wide leg pinstripe pants: BCBG Max Azria
Photo, courtesy of http://shop.nordstrom.com/

Photobucket
Chaussures: Jimmy Choo
Photo, courtesy of: http://www.prestigium.com

Photobucket
Hip to be square tote: Isabella Fiore
Photo, courtesy of http://www.neimanmarcus.com

Photobucket
Cuff watch: Marc by Marc Jacobs
Photo, courtesy of http://www.net-a-porter.com

Look 2

Photobucket
Stripe shirt: Dolce & Gabbana
Photo, courtesy of http://www.dolcegabbana.it

Photobucket
White skirt: adapted from Fendi Spring 2008 Show
Photo, courtesy of http://www.style.com

Photobucket
Ines pumps: Mina Parikka
Photo, courtesy of: http://www.minnaparikka.com

Photobucket
Paper thin leather balloon bag: Marni
Photo, courtesy of: http://www.net-a-porter.com

Look 3
A casual Friday

Photobucket
Knotted shirt dress: Celine
Photo, courtesy of: http://www.net-a-porter.com

Photobucket
Cinnamon bangle: Cute bangles
Photo, courtesy of http://cutebangles.multiply.com

Photobucket
Gina heel: Chie Mihara
Photo, courtesy of http://www.pedshoes.com

Photobucket
Spy bag, Pomegranate: Fendi
Photo, courtesy of http://www.neimanmarcus.com

Your Legs, Your Holy Temple

What is it with legs that people can’t get enough of? Surely, physically, they enable us to move from one spot to another spot. We cannot do our works, hike, go to dates, and shopping freely without our legs. Legs are so important that some of us even bother to insure them. Starting in 1940, Betty Grable, a famous singer, actress, and dancer insured her legs for a million dollars. Angie Hamon (an actress) and Mary Hart (a host from Entertainment Tonight) follow her step in the same amount. Even in the recent past at the Clothes Show Live, the catwalk models refused to wear the trendy six inch heels without insuring their legs for 50,000 poundsterlings. Other names? Brooke Shield and Tina Turner. The Adams? David Beckham for US$70 millions, Michael Flatley (a step dancer) for US$40 millions, and Fred Astaire for US$75,000 per leg (http://www.get-great-legs.com/celebrity-leg.html)

Our legs are considered as sexual part of the body, even as fetish objects. Sex is power. Therefore no wonder people are dying to exploit the sexual power of the legs. Manolo Blahnik, Christian Loubotin, Jimmy Choo, and others choose shoe-designing as their job and their ultimate goal is to design shoes enhancing our legs’ sexual power. Quoting from style.com, “No shoe provides sexual heeling quite like stiletto, which dates to early fifties. It’s no wonder that when twenty-first century burlesque Dita von Tesse takes it all off, she stops short of doffing her Christian Louboutin.”

Photobucket
The Sex Pump

Other path to “leg-sexiness” were opened by Mary Quant, an English fashion designer in the late 50’s and 60’s. She shocked the fashion world with creating mini skirt in 1958 and it became popular in the 1960. In the late 1960s, Quant launched hot pants. I bet almost all of us agree that those two inventions are one of the biggest fashion developments. There is no better way to celebrate our beauty and sexy legs than to show them to the world. Those fashion items du jour allow us to be ‘the diva’.


However, have you ever heard that if something is too much, people will get sick of it? I’m sure it never occurs to these ladies that it can happen to them. They were spotted on the street and glamorous events wearing nothing but tights on their bottoms.

Photobucket Photobucket
Left to right: Sienna Miller, Lindsay Lohan

Photobucket Photobucket
Left to right: Lindsay Lohan, Victoria Beckham

Tights are not pants, not skirts, and even not hot pants or mini skirt. Yes. In addition to the miniskirt, Mary Quant and Cristobal Balenciaga invented the colored and patterned tights that tended to ACCOMPANY the garment. It is not something you just can wear without any garment on. If your legs were able to talk, I’m sure, they would scream “S.O.S”.

Ladies, your legs are your holy temple. Respect their needs to be sexy, not tacky.

Photos, in courtesy of: www.style.com, www.eonline.com, & www.thefashionpolice.org.

Gotch Shoes




Dans trois couleurs: orange, rose et rouge