yang sama

Katanya, mereka selalu berlari ke kekasihnya yang dulu.

Sekali ada cinta, cinta itu tak pernah hilang walau orang baru datang mencium hati kami. Apa yang lebih dicinta dari kenangan dengan orang yang pernah dan barangkali sampai sekarang dicinta? Seperti memegang remote, kenangan itu bisa diputar kembali ke bagian yang paling dicinta: kebahagiaan dan kegetiran yang bersatu. Cinta kamu tak pernah luntur, malah semakin kuat, semakin waktu berusaha membuatnya jadi arsip masa lalu di bawah tumpukan dokumen-dokumen, di sudut paling belakang laci hati. Setiap hari kami memutarnya kembali.

Orang baru, kekasih baru, tidak pernah benar baru karena kami cari dia yang ada dalam kenangan kami. Kami cintai orang yang sama walaupun berbeda raga. Buat kami, kecupannya selalu berbarengan dengan dia yang dulu. Tatapan matanya harus mengingatkan dengan dia yang dulu. Ucapannya harus menyambung pembicaraan dengan dia yang dulu. Caranya berjalan harus seperti dia yang dulu. Cara dia marah harus memberi desir bahagia dan sedih seperti dia yang dulu. Cara dia tertawa harus menerangi seperti dia yang dulu. Cara dia mencinta harus meminta dan menyala seperti dia yang dulu.

Kami mencintai orang yang sama dan kami tetap berharap sama. Cinta kami menembus batas fisik manusia. Kami tak ingin orang yang benar-benar baru. Kami hanya ingin memelihara cinta yang sama, cinta yang setia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: