ketika aku membaca bukumu

kubalik lembar-lembarku dan kulirik jam di atasmu
setengah empat sore dan jam empat pagi
kepulan teh dan kopi beradu mesra
di suguhan hari yang mencekam

hari ini pertama aku melangkah
menyusun kacamata-kacamataku
untuk membuka jendela
dari kitab-kitab yang kau tulis
dan sebagian hidupku yang tertera di sampulnya

dulukah aku kertasmu
ataukah aku tintamu?

dikau berdeklamasi
laiknya sebuah deretan gigi
tumpang tindih lalu jarang
berkawatkan sisa-sisa gula
yang kau rubung kemarin sore

lidi-lidi kau celupkan pada gerusan arang
menyusun noktah-noktah kaligrafi

aku bersenandung
sebutan apakah yang kau pakai untuk hidup dan cinta?

cakrawala cuma setengah jalan
dan aku mulai dengan kata-kataku
saat ini dan esok nanti

jiwaku jiwa pelaut
dan kau adalah kailku
aku adalah pemburu
dan kau buruanku

tolong kau buka jendela-jendela itu sekarang
karena hari sudah pagi
dan kita masih harus berjalan lagi

kau dan aku
bukanlah kekasih
tapi satu

yang saling mencari
lewat pulau-pulau yang bersinggungan
dan laut-laut yang iri bergolak
menuntun kita pada perhelatan nur
sampai ke ujung dunia

Advertisements

2 thoughts on “ketika aku membaca bukumu

  1. Introverto says:

    Produktif kali ini bocahhhh hahahahah

    • cantingcandrakirana says:

      terinspirasi dari buku yang gue baca (negeri 5 menara), “man jadda wajada”. tadinya males nulis, tapi inget nasehat temen gue, bahwa kalo mau ngembangin nulis, coba luangkan waktu pandangi kertas kosong atau komputer (doc word yang kosong) . karena kosong, alangkah baiknya diisi sesuatu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: