Ibu pun Bercerita

Gerbong-gerbong berlari meninggalkannya
Seorang ibu dengan pedati di tangan-tangannya
Kepalanya penuh tanda tanya
pada peluh ibu kota yang lalu lalang

Sekam padi mulai masak
Menguning keemasan jiwanya
Tanda penguasaan diri
dan kedewasaan bukan karena umur
namun karena kebijaksanaan

Luka-luka tergurat di wajahnya
Terbungkus senyum asmara
Kepul-kepul asap nasi dari dandangnya
Bagaikan mendendangkan lagu masa kecil
untuk anak-anaknya

Ibu kota tempat anak bernaung
dari rantauan tanah ibunya
Harapan dan impian saling bertaut
Bercengkrama dengan doa sang ibu
Semoga sang anak berhasil menggalang ilmu
dan beramal bakti jiwa raga
untuk kebesaran anugerah  Tuhan

*terinspirasi dari “Negeri 5 Menara”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: