‘Ketika Jari-jari Bunga Terbuka’

saguaro cactus
image, courtesy of phoenix.about.com

ketika jari-jari bunga terbuka
mendadak terasa: betapa sengit
cinta Kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya; di langit

menyisih awan hari ini; di bumi
meriap sepi yang purba;
ketika kamarau terasa ke bulu-bulu mata, suatu pagi
di sayap kupu-kupu, di sayap warna

swara burung di ranting-ranting cuaca,
bulu-bulu cahaya: betapa parah
cinta Kita
mabuk berjalan, di antara jerit bunga-bunga yang rekah

(Sapardi Djoko Damono, 1968)

Kawan-kawan, menyambut malam Takbiran, selangkah menuju hari Kemenangan, atas nama cinta, saya mohon maaf lahir dan batin.

Selamat hari Lebaran, kemenangan atas hawa nafsu dan angkara, dan mari kita memulai lagi hidup kita dengan nafas cinta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: