legenda benang merah

episode-episode menyibakkan cadarnya
menggodaku dengan momen-momen pertumpahan
pertemuan dengan dia yang dulu
memberiku koin nafasnya
yang menyatu dengan ukiran di dada

jiwa walau menyangkal
hanya bisa meraung-raung
saat sesal memberi cecap rasa di ujung lidah
dan himpitan manis antara dua bibir ranum
suarakan musik-musik perjumpaan
antara dia yang nafsu dan malu

gerakan-gerakan menjiwai komposisi tari
yang dikoreografikan oleh takdir
untuk kami tersipu keajaiban
tersentak nyata
retak oleh harapan yang jatuh
dan kecewa atas penyesalan

sang langit menorehkan tiga garis horizontal di dahiku
dan mengenalkanku pada ibu permulaanku
lalu aku pahami
bahwa sebuah perjalanan dibuahi oleh anak-anak kehidupan
yang kebetulan berpapasan
dan sama-sama punya benang merah di kelingkingnya

suatu saat benang itu bertaut
saat lain putus
namun ketika itu
masihlah kita bawa serta sisa benang merah
dan kita saling bertaut
hingga akhirnya benang itu memintal satu
dan membawa kita pulang
pada kelingking yang bergandeng mesra

serta dunia tanpa kata
dunia nafas
dunia pertalian
dunia perjuangan
dunia doa
dunia penantian
kehidupan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: