dan ia pun berbisik lagi padaku

kala kau menangis
apakah kau ingat bunga rumput di pinggir lapangan
yang kau doakan sebelum kau petik
dan kau jalin bando menghiasi rambut hitammu

kala kau berduka
apakah kau ingat aku mengetuk pintumu
menawarkanmu segelas susu
serta madu hutan
agar sedih dan bahagiamu bisa bermimpi
berlari dan menyanyi himne pembebasan

kala rana kau amini
apakah kau ingat pelukan ibumu
saat petir menyambar
dan mimpi merangkak di bawah tempat tidurmu
apakah kau ingat kehangatan
dan kecupan yang mengantarmu
pada ketenangan akan kesatuan?

harmoni beterbangan dalam sanubarimu
membawa pergi kegusaran
manis kecilmu jadi permen saat kau kepedasan
lidi-lidi sapu bidadari ‘kan usir segala mantra sesal

kalau kau buka catatan ini
ingatlah dirimu remaja
bagai renjani yang menari
memancarkan air ketulusan
dan kepolosan yang murni
terhimpit di balik layar jaman

kan kuhadiahkan kau sukma hidup
untuk memanggil pelipur lara
yang lama menunggu ‘tuk kau lagukan
sebuah cinta yang terlupakan oleh kerasnya jaman
sebuah cinta yang senantiasa setia
sebuah cinta yang mau menanti
sebentuk ikhlas yang menyentuh
menerima dan membebaskan

dan dalam detak cinta
akan kau temukan
lekangnya waktu dan spasi
akhir jaman pun tiada

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: