suratku untuk seorang sahabat

sahabat,
kutahu engkau memendam rasamu
dalam imajimu
mengejar bayang-bayang dalam bunga malam

namun saat kau bangun,
bunga itu layu
dan kau pikir haruslah kau bangun lagi
hanya dalam tenda malam

saat kau menulis,
haruslah kau nyalakan lilin
membakar tinta dengan gairahmu
agar kau sadari apa yang kau ingin tuangkan
dalam surat-suratmu pada dia yang jauh dalam pikirmu
namun dekat di hatimu

apa yang kau tulis dalam gelap, sahabatku?
apa itu cinta, apa itu benci, apa itu kecewa
apa itu sepi, apa itu alienasi, apa itu konspirasi
apa itu bahagia, apa itu derita, apa itu puas hati
apa itu kemesraan, apa itu marah, apa itu dendam
apa itu gairah, apa itu nafsu, apa itu yang kau simpan dalam relung hatimu?

lilinmu kau nyalakanlah dengan api harapmu, sahabatku
biar ia jilati impian-impianmu
bukan lagi impian malam belaka
namun impian senja impian fajar impian sangkakala
kau adalah pelangi warna warni
mengapakah kau sibakkan cadar abu-abu
pada keagungan cintamu?

sahabat,
cinta itu tidak egois
cinta itu berbagi
cinta itu menaut rasa, pikir, sukma, hati
bukan pada satu, namun pada dua insan

berbagilah dalam cinta
serahkan dirimu pada amukan ombak cinta
tak peduli terhempas
karena akan kau gubah lagi lema-lema cintamu

dalam harap dan doa,
janganlah kau takut jatuh
biarkan cinta mengamuk dalam sukmamu
mengalir dalam darahmu
berdetak jantungmu rasa yang tak kau kenal
asing namun begitu akrab
tak pernah kau akan kecewa
karena cinta itu mengalir dari hati
bukan ego

sahabat,
kutulis ini dengan tinta persahabatan kita
seorang sahabat ingin kawannya bahagia
ingin kawannya rasa deburan hempasan asmara
tangis cinta
tawa kasih
agar kau kenal cinta Tuhan dalam dirimu
hingga kau dapat cintai sukma yang lain
dengan ketulusan dan ikhlas yang tak bertepi

Tuhan ingin kamu bahagia, sahabatku
janganlah kau rundung ceria matamu dengan duka
yang menjerat tanganmu dan kakimu
nafasmu, sarafmu
dan citramu dalam kebesaranNya

cintailah ia dengan sepenuh hati
dengan sederhana
dengan tulus
dengan keberanian
seperti seorang srikandi
yang berani maju ke padang Khuruksetra
‘tuk temukan cerah
impian
harapan
pada hari-hari yang baru
damai dalam gejolak rasa
gema-gema cinta
sebuah prosa hidup

lalu kuharap engkau bahagia
dalam spasi jiwa yang kau arungi
ceruk hati yang terdalam
kala kau sambut cinta dalam dirimu
dalam hati sukma nafas jiwa
karena mencinta adalah bahagia
sebuah pesta hidup anugerah Sang Pencipta
sebuah keajaiban agar yang terpisah jadi satu

Note: kupersembahkan puisi ini teruntuk seorang gadis manis yang sedang bimbang dalam tangis, dalam sebuah memori, dan angan masa depan

Advertisements

2 thoughts on “suratku untuk seorang sahabat

  1. iin says:

    i’m not good at words, may i import this one to my blog? So i can read it many times and hope he does so. Ngarep. Thanks a bunch liph

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: