potret di balik tirai hujan

(1)
mendung hipnotisku untuk kembali mengingat setiap inci tubuh putih ringkihnya dan bibirnya yang berbisik tentang masa kecilnya: pencarian telor asin di kampung halamannya dan ibunya yang terbang merengkuhnya agar ia kembali.

rambutnya panjang bergelombang tersibak oleh cahaya lampu; dengan cahaya itu, ia tangkap imajiku, hatiku, dan jiwaku. (Kau pegang cahaya itu dan kau perintahkan untuk terangi mataku; sejak kapankah kau ukir bayang namamu dalam hatiku?)

(2)
dalam hujan, kau mendekapku dalam-dalam. tanganmu menyibak rambutku; sebentar aku mengingatmu di balik panggung itu, kau mengagungkan sederhananya kaos hitammu yang lusuh, dengan semangatmu yang berkobar; namun ke manakah optimismu, kau tukarkah dengan puing-puing cemas masa depan rumah kita?

dalam hujan, kau bisikkan lagi padaku, betapa kau hilang percaya pada Tuhan dan semestaNya; aku menyurukkan kepalaku dalam-dalam ke dadamu, hilang kata karena kurasa cinta Tuhan dalam dirimu, kekasihku; marahmu keringkan air pengharapanku; kehilangan bukan saat yang kuinginkan kala itu.

(3)
hujan makin deras; nafasmu menderas dalam bibirku. aku melirik celana jeans mu di sudut sana; tak ada bedanya aku dan dirimu, potongan jeans di pinggulmu dan pinggulku, beriring nada-nada Jack Johnson di pantai pelesir gairah kita. (sejenak sebelum kau tiba, aku intip pelataran rumahmu yang gersang, mobil biru minimu, gerbang rumahmu yang kau titipkan kuncinya padaku, dan aku ingat saat-saat aku mengurus makan dan tidurmu kala kita berdua sakit perut makan kepiting banjir).

hujan makin deras, aroma tanah yang dikecupnya menyelusupi jendela rumahmu; kau mengerang bahagia, dan kau katakan surgamu ada di sini, dalam saat-saat pertautan ini; aku hanya tersenyum, betapa perjalanan mengantar kita pada Firdaus imaji ini, pada persatuan abadi Adam dan Hawa.

(4)
langit berhenti mengurai air mata bahagianya; kau tertidur dalam pelukanku, sementara aku berdoa agar kau dan aku dihantarkan berlutut padaNya agar kita kembali (lagi) menari di Firdaus kita.

untuk aku dan dia tiga tahun yang lalu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: