derap puisi

musik mengalun, iringi detik adegan perjumpaan
kala matahari bersinar, kita pun menabur benih di peraduan Dewi Sri
sedang tertidur pulas mendengar ucap hati
mengandung puisi, melukis samudra, mewarnai angin
mengisi nafas, membungkam udara, menjelajah atmosfer
merindu awan, hujan, dan persatuan

saat matahari pulang ke ufuk senja,
aroma setanggi bius imaji
goda gelora hati ‘tuk bermimpi tentang sekotak nada yang kau sisipkan di balik telingaku

musik pun mengalun lagi
menghentak sukma, memanggil hati yang gelisah
menggelitik lara, membalut luka lalu
mengayuh bulan, malam yang menyapa
sepi penjaga gerbang Firdaus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: